Apakah Kita Bisa Mengalahkan AI? Sebuah Experimen 2

Bagian Kedua

Handowo Dipo

Di bagian pertama kita telah mengecek kemampuan dan kecerdasan AI Gemini dan sangat puas dengan sarannya.

Fokus kita sekarang adalah cara mengajarkan kemampuan manusia yang dimaksud Margaret Mead:

"We need to teach our students how to think, when you don't know what method to use, about a problem which is not yet formulated."

Atau

”Kita perlu mengajarkan siswa kita bagaimana harus berpikir, ketika kita tidak tahu metode apa yang harus digunakan, menghadapi masalah yang belum jelas”

Yang oleh Gemini ditransformasikan menjadi “Ilmu yang mempersiapkan siswa untuk menjadi pemikir adaptif dan pemecah masalah yang efektif di dunia yang terus berubah”

Ketika ditanya tentang cara mengajarkan ilmu itu, Gemini memberikan beberapa cara dan contoh spesifik yang bagus. TAPI saya tidak melihat adanya satu cara yang berlaku umum dan universal.

Ini mungkin keunggulan saya sebagai manusia. Saya tahu/sadar bahwa adanya cara/metode yang berlaku umum dan universal akan lebih mudah dipelajari oleh siswa. Pengalaman kerja dan usaha belajar yang kontinyu sepanjang hayat juga membantu saya mengumpulkan aneka pengetahuan yang bisa disintesis untuk menghasilkan cara/metode umum dan universal tersebut.

Dengan kata lain, adanya AI tidak mengurangi kebutuhan kita untuk belajar. Justru tuntutan untuk terus belajar menjadi lebih kuat dengan adanya AI. Manfaat dari pembelajaran kita adalah adanya peningkatan kesadaran atau sensitivitas atas situasi/masalah yang dihadapi, dan pendekatan yang lebih tepat untuk menghadapinya.

Jadi bagaimana caranya mengajarkan atau mempelajari “Ilmu yang mempersiapkan siswa untuk menjadi pemikir adaptif dan pemecah masalah yang efektif di dunia yang terus berubah?”

Langkah 1: Tontonlah Film The Hunt (2020) dan jernihkanlah pikiran Tsunao anda

Itu film yang secara komersial kurang sukses dan dianggap kontroversial oleh banyak pihak. Tetapi cerita film itu bagus untuk tujuan kita.

Terutama cermati bagian berikut:

Mengapa karakter Crystal bisa survive di situasi itu? Karena ia memiliki tsunao mind yang tajam/jeli/bening.

Pikiran tsunao adalah pikiran yang mampu melihat atau memahami kenyataan atau segala sesuatu apa adanya—-tanpa dipengaruhi faktor faktor lain seperti emosi, tujuan/keinginan, dan kondisi phisik dan psikologis kita.

Bagaimana caranya menjernihkan pikiran Tsunao akan kita bahas lain kali. Untuk kesempatan ini, cukuplah kita sadari ada faktor faktor seperti emosi, tujuan/keinginan dan kondisi phisik dan psikologis yang perlu kita waspadai.

Langkah 2: Pelajari permainan poker, terutama hayati proses pemikiran pemain dalam menghadapi situasi permainan yang terus berubah

Ada banyak tutorial, petunjuk dan game. Ini mungkin yang paling singkat:

Panduan Wikihow juga bagus:

Mungkin perlu cukup banyak latihan untuk menghayati irama permainan poker. PokerTH bisa sangat membantu. Tersedia disini.

Cuma itulah yang diperlukan untuk mempelajari fondasi kemampuan berpikir dan menyelesaikan masalah ala Margaret Mead (“Ilmu yang mempersiapkan siswa untuk menjadi pemikir adaptif dan pemecah masalah yang efektif di dunia yang terus berubah”).

Intinya, jernihkan pikiran dan bersiap siaplah mengenali situasi dan perubahannya, untuk memberikan respons yang sesuai. Poker sangat berguna untuk latihan karena situasi yang kita hadapi dan perubahannya agak random dan tidak mudah dibaca.

Dalam permainan poker, sudah beberapa kali komputer atau AI mengalahkan pemain poker profesional. Tetapi kehidupan nyata lebih kompleks daripada permainan poker. Ada begitu banyak informasi di dunia. Perubahan situasi dan informasi di dunia juga jauh lebih kompleks daripada dalam permainan poker. AI lebih banyak mengandalkan teknik statistik dalam algoritmanya yang mengandalkan data yang sudah ada di databasenya. Sementara manusia memiliki tacit knowledge yang yang bahkan belum tentu ia sadari eksistensinya, tapi ikut berperan dalam proses penalaran dan pemecahan masalahnya. Manusia juga masih lebih memahami konteks situasi dan masalah yang dihadapinya.

Jadi minimum saat ini, tidak jelas untuk tahun tahun mendatang, kita manusia masih mungkin mengalahkan AI dalam analisis, pengajaran, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.

Kalau Anda setuju cara pengajaran saya lebih baik daripada cara-cara pengajaran Gemini untuk mempelajari fondasi kemampuan berpikir dan menyelesaikan masalah ala Margaret Mead (“Ilmu yang mempersiapkan siswa untuk menjadi pemikir adaptif dan pemecah masalah yang efektif di dunia yang terus berubah”), benarlah konklusi saya di paragraf sebelumnya.

Ya, kita manusia masih bisa mengalahkan AI.

*************

Sebelumnya diterbitkan di Substack.com, 31 Juli 2025.

Subscribe to Jindonesia

Don’t miss out on the latest issues. Sign up now to get access to the library of members-only issues.
jamie@example.com
Subscribe