Diskusi Kepemimpinan dalam kisah The Gladiator

Handowo Dipo

Dua film The Gladiator (2000, 2024) sukses di box office. Kualitas cerita, akting dan sinematografinya sangat layak dengan anggaran raksasa yang ditanamkan.

Dua film itu bisa menjadi bahan diskusi kepemimpinan yang seru. Dalam film tahun 2000, ada kontras antara kualitas Maximus versus Commodus. Kaisar Marcus Aurelius memilih Maximus, panglimanya, sebagai penggantinya. Marcus menilai anaknya Commodus tidak memiliki kualitas untuk menjadi seorang kaisar.

Commodus memprotes penilaian ayahnya dan membela diri dengan klaim bahwa ia justru memiliki kualitas unggul untuk menjadi pengganti ayahnya.

Kontras antara dua sistem nilai (Marcus & Maximus vs Commodus) ini bisa dilanjutkan sampai Gladiator 2024.

Kontras nilai tersebut bisa diringkas dalam beberapa gambar berikut.

Diskusi tentang kualitas manusia dan pemimpin ini sangalah penting di era AI. Di era mesin dan otomasi, kualitas manusia adalah kunci kerjasama atau persaingan. Mungkin tidak ada yang secara sadar mau memiliki pemimpin atau rekan kerja yang pola pikir dan tindakannya seperti Commodus, Macrinus, Geta, dan Caracalla.

Subscribe to Jindonesia

Don’t miss out on the latest issues. Sign up now to get access to the library of members-only issues.
jamie@example.com
Subscribe