Menilai Kualitas Pemikiran dan Output Kreatif

Dengan adanya aneka alat AI, hasil kreasi (output) menjadi begitu banyak. Bagaimana cara membuat dan mendeteksi output yang berkualitas?

https://drive.google.com/file/d/1nuoxV01V5gWMaIzhEQqxjytDPCF3_Xbo/view

Cara pertama adalah menggunakan kriteria OFAC (Original, Flexibility and Adaptability, Appropriateness, Contribution to the Domain).

Customer Development: What it is with Examples | QuestionPro
Customer development involves attracting and retaining new customers. It involves discussing customers’ needs, wants, and desires. Learn more.

Cara kedua adalah menggunakan cara berpikir Customer Development. Bisa saja kita melihat tahap FAC dalam OFAC sudah mencakup usaha untuk menemukan/mengidentifikasi dan memahami kebutuhan customer dan mengisinya, sehingga cara ini tidak dibutuhkan lagi.

OFAC melengkapi tips otentisitas dari Rick Rubin. Rick memprioritaskan visi dan karakter pribadi kreator (O dalam OFAC) diatas tuntutan pasar dan kreasi kompetitor. OFAC berargumen FAC juga penting.

Mana yang harus diprioritaskan dalam proses kreasi? Tips otentisitas Rick Rubin atau OFAC? Jawaban atas pertanyaan ini tersedia untuk pelanggan berbayar.

Amati work ethic dan profesionalisme Taeyeon

Sam Smith sebagai kreator profesional terus berusaha meningkatkan kemampuan dan kualitas karyanya.

Salah satu lagunya yang paling sukses, I'm Not the Only One, sering menjadi sarana kolaborasinya dengan kreator lain.

Versi orisinal 2014 lagu itu jelas memenuhi kriteria otentisitas Rick Rubin. Ide lagu itu berasal dari observasi pribadi kehidupan nyata wanita yang tidak berdaya menghadapi kebohongan suaminya. Sangat mungkin Sam Smith dan timnya tidak memikirkan fans dan calon fans dalam proses kreasi lagu itu. Jejak kreasi Sam Smith menunjukkan ia kreator yang tidak takut berbenturan dengan norma umum/sosial.

Kolaborasi dia dengan Taeyeon untuk lagu itu mungkin diluar dugaan. Selain itu lagu itu juga mix bahasa Inggeris dan Korea. Bagian Taeyeon juga ada sedikit bahasa Inggerisnya, mungkin agar lirik dan nada bisa pas. Itu sangat aneh buat orang yang kaku dengan bahasa dan grammar. Tapi buat orang kreatif, yang penting hasilnya bagus, dan kadang kadang ini sulit diterima orang lain. Ada sebagian orang kreatif yang tidak perduli dengan pendapat atau cemooh orang lain. Sampai batas tertentu, ketidak perdulian ini justru disarankan oleh Mark Manson untuk diadopsi orang banyak untuk hidup yang lebih bermutu.

Kita bisa melihat versi kolaborasi lagu itu sebagai usaha Sam Smith untuk menyenangkan fans-nya terutama di Korea. Coba kita uji kualitas kreasi kreatif karya Sam Smith tersebut dengan OFAC:

Original: ya, bahkan lain dibanding versi orisinalnya.

Flexibility and Adaptability: ya, Taeyeon boleh menggunakan bahasa Korea; mungkin Taeyeon lebih fasih bahasa Korea daripada Inggeris. Adanya mix dua bahasa juga bisa lebih jadi lebih unik, dan memudahkan lagu mix itu populer di Korea dan negara lain.

Appropriateness: ya, walaupun mix bahasa dan penyanyi, hasilnya bagus karena Taeyeon juga bukan penyanyi biasa.

Contribution to the Domain: ya, memperkaya universe "I'm not the only one"; juga mungkin mempelopori mix lagu aneka penyanyi dan bahasa. Mungkin Rosalia ikut diilhami karya itu untuk album dengan lirik puluhan bahasanya.

#########%%%%%%%%&&&&&&&&*********@@@@@@@@@@

Subscribe to Jindonesia

Don’t miss out on the latest issues. Sign up now to get access to the library of members-only issues.
jamie@example.com
Subscribe