Tantangan Perekonomian Indonesia tahun 2025

Komentar atas prediksi dalam The World Ahead 2025

Handowo Dipo

Dalam publikasi tahunan The World Ahead edisi untuk tahun 2025, tim The Economist memprediksikan tahun 2025 yang agak pesimis bagi perekonomian Indonesia.

Dalam bagian “Indonesia at a crossroads”, ada ikhtisar “target pertumbuhan yang tinggi tidak akan tercapai”. Target yang dimaksud adalah 8% per tahun untuk lima tahun mendatang yang dikejar Presiden Prabowo. Target ini memang agak tinggi dibandingkan pertumbuhan sekitar 5% per tahun dalam tiga dekade terakhir.

Rencana Prabowo untuk merealisasikan target 8% yang dibahas disana adalah:

*Penambahan jumlah kementerian——yang dinilai sebagai pemborosan oleh tim itu

*Program makan siang gratis untuk anak sekolah yang dinilai menjanjikan, tetapi logistiknya tidak mudah

*Pendanaan program yang tidak akan mudah karena setoran pajak tidak mudah ditingkatkan——karena lebih dari 50% pekerja Indonesia adalah pekerja informal

*Ide menambah pinjaman tidak mudah karena ada batas yang sudah ditetapkan. Batas itu selama ini cukup untuk menenangkan investor dan pemberi pinjaman. Prabowo diduga mungkin berani mengubah batas itu

*Membenahi BUMN dan meningkatkan penerimaan pajak tidak akan mudah, dan detail rencana saat tinjauan ditulis masih kurang jelas

Tim itu menyimpulkan: kecuali usaha penataan bisa mencapai momentumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia mungkin akan tetap sekitar 5%.

Jadi, apakah target pertumbuhan 8% tidak akan tercapai?

Belum tentu, karena:

*Di penerbitan yang sama, tim itu mengakui kurang akuratnya prediksi mereka untuk tahun 2024

*Di penerbitan yang sama, ada dua ide kreatif pertumbuhan ekonomi RRC yang dibahas: kemungkinan pertumbuhan yang lebih tinggi di kota kota yang lebih kecil karena inflasi yang tinggi, dan tekanan hidup yang tinggi di kota kota besar membuat banyak orang ingin pindah dari kota besar; dan adanya usaha untuk membuat sektor ekonomi orang tua tumbuh signifikan

Jadi, prediksi suram tim itu sebenarnya wajar untuk tingkat analisis para pengamat——yang cuma bisa berperan pasif. Untuk tim pelaksana Prabowo-Gibran, ide ide kreatif dan pelaksanaannya bisa saja membuktikan salahnya prediksi suram itu.



Subscribe to Jindonesia

Don’t miss out on the latest issues. Sign up now to get access to the library of members-only issues.
jamie@example.com
Subscribe