Studi Kasus: Menghadapi Risiko Korupsi dan Karyawan Korup

Beberapa kasus aktual ini menunjukkan pentingnya kemampuan bagi majikan atau pemberi kerja untuk menghadapi risiko karyawan korup:

Amanda Manopo Rugi Rp3 M soal Dugaan Penggelapan oleh Eks Karyawan
Aktris Amanda Manopo mengungkap kerugian hampir Rp 3 miliar akibat penggelapan oleh mantan karyawan. Ia kini menyerahkan kasus ini ke polisi untuk efek jera.
Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawan Restoran Ditangkap di Bandara Ngurah Rai
Seorang karyawan restoran ditangkap polisi di Bandara Ngurah Rai lantaran diduga menggelapkan uang perusahaan di Nusa Lembongan, Nusa Penida, Bali.
Emosi Vilmei Ketika Karyawan Ketahuan Diduga Tilap Rp 1,2 M
Vilmei mengunggah video mencari tahu adanya dugaan karyawan menilap uang hasil kerja kerasnya ngonten. Jumlah uang yang raib sekitar Rp 1,2 miliar.
Akuntan di Banjar Tilap Duit Perusahaan Hampir Rp 1 M, Dipakai Judi Online
Polisi menangkap akuntan MF di Banjar, Kalsel karena menggelapkan Rp 935 juta dana perusahaan untuk judi online. Pelaku mengakui perbuatannya.

PERTANYAAN:

  1. Apa saja risiko penggelapan aset atau korupsi dalam sebuah unit usaha yang mesti diwaspadai oleh pemilik usaha?
  2. Apa saja cara atau teknik korupsi yang bisa dilakukan oleh karyawan dan/atau orang luar?
  3. Mungkinkah pemilik usaha mencegah terjadinya korupsi dan kebocoran aset dalam usaha? Kalau ya, bagaimana caranya? Kalau tidak, mengapa?
  4. Misalkan Anda sedang merekrut karyawan untuk usaha Anda-—bagaimana caranya Anda bisa memastikan calon karyawan yang akan direkrut tidak akan korupsi?

%%%&&&&@###@

Subscribe to Jindonesia

Don’t miss out on the latest issues. Sign up now to get access to the library of members-only issues.
jamie@example.com
Subscribe